Tentang Muhammad Rahmad
Dr. H. Muhammad Rahmad, S.Ag., S.Par., M.M., MITM
Staf Khusus Menteri Pariwisata Republik Indonesia
RINGKASAN
Tiga puluh tahun terakhir Muhammad Rahmad menempuh satu jalan yang sama dari tiga arah yang berbeda, yaitu diplomasi, korporasi, dan ilmu pengetahuan. Ketiganya bertemu pada satu titik, yaitu bagaimana pariwisata Indonesia bisa menjadi yang terdepan di kawasan.
Ia memulai kariernya dari kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, lalu memimpin perusahaan pariwisata dan asosiasi industri, dan kini kembali ke ruang kebijakan sebagai Staf Khusus Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Di sela semua itu ia tidak pernah meninggalkan ruang kelas dan meja riset.
Perpaduan itu membentuk cara kerjanya. Ia terbiasa membaca satu persoalan pariwisata sekaligus dari tiga sisi, yaitu apakah kebijakannya masuk akal bagi negara, apakah hitungannya masuk akal bagi pelaku usaha, dan apakah dasarnya kuat secara akademik. Tidak banyak orang yang bisa berpindah di antara tiga bahasa itu tanpa kehilangan kedalaman pada salah satunya.
AMANAH SAAT INI
Sejak Agustus 2026 Muhammad Rahmad dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Mandat yang ia emban adalah memperkuat daya ungkit pariwisata nasional agar Indonesia menjadi yang terdepan di ASEAN. Dalam tugas hariannya ia menelaah posisi pariwisata Indonesia dari berbagai perspektif, lalu menyiapkan rekomendasi kebijakan bagi Menteri. Ia berpandangan bahwa kementerian akan bergerak paling cepat ketika berperan sebagai pengorkestrasi ekosistem, bukan sebagai pelaksana tunggal, dan bahwa orkestrasi itu harus ditopang regulasi serta insentif yang membuat penyelenggara agenda internasional berebut masuk ke Indonesia.
Di jalur tata kelola korporasi negara, ia duduk sebagai anggota Komite Pemantau Risiko pada Dewan Komisaris PT Danareksa (Persero). Di sana ia ikut mengawal profil risiko, kepatuhan, dan kualitas mitigasi risiko pada holding BUMN yang menaungi portofolio kawasan industri dan jasa keuangan. Pengalamannya memimpin perusahaan membuat pengawasan yang ia lakukan tidak berhenti pada dokumen, melainkan menyentuh kelayakan operasional di lapangan.
Ruang kelas tetap menjadi bagian dari kesehariannya. Ia mengajar bidang kepariwisataan di Institut Pariwisata Trisakti Jakarta dan membimbing penelitian mahasiswa program sarjana maupun pascasarjana, dengan penekanan pada metodologi kuantitatif dan transformasi digital industri perjalanan.
Ia juga memimpin Pusat Kajian Pariwisata dan Ekonomi Indonesia sebagai Direktur Eksekutif. Lembaga ini ia arahkan untuk menjadi jembatan antara riset dan kebijakan melalui penerbitan jurnal, penyelenggaraan forum ilmiah internasional, dan kemitraan dengan pemerintah serta pelaku industri.
PERJALANAN KARIER
Tujuh belas tahun pertama kariernya ia habiskan di lingkungan diplomasi. Ia bertugas sebagai staf senior pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, dimulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura pada 1997. Penugasannya berpindah dari satu bidang ke bidang lain, mulai dari perdagangan dan perindustrian, politik, ekonomi, perhubungan laut, pendidikan, sosial budaya, hingga pariwisata. Ia menjadi anggota delegasi Indonesia pada sidang ASEAN, APEC, dan WTO, dan dipercaya menjadi konseptor serta penulis naskah pidato pimpinan perwakilan, dan Presiden RI. Pada Pemilu 1999 ia memimpin Panitia Pemilihan Luar Negeri Singapura yang mengelola sekitar seratus lima puluh ribu pemilih, dan penerapan sistem digital pertama di sana menjadikannya panitia percontohan secara nasional.
Empat belas tahun berikutnya ia berpindah ke ruang direksi. Ia memimpin sejumlah perusahaan sebagai Direktur Utama dan Chief Executive Officer, di antaranya Rama Group, Finusa Group, PT Indonesia Cendekia Mandiri atau ICMI Travel, dan PT Digital Nusantara Travelindo yang mengelola UmrohAja. Di ICMI Travel ia membawa perusahaan menjadi penyelenggara perjalanan haji dan umrah pertama di Indonesia yang meraih sertifikat ISO 9001:2015 sekaligus Akreditasi A dari Kementerian Agama.
Selama dua belas tahun ia juga memegang posisi kepemimpinan di asosiasi industri. Ia menjabat Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies atau ASITA pada 2020 sampai 2024, aktif dalam kepengurusan asosiasi haji dan umrah KESTHURI serta AMPHURI, dan mewakili Indonesia pada forum kepariwisataan internasional WTO, IATA, dan ASEAN. Dari kursi asosiasi inilah ia banyak mendorong perbaikan kebijakan, mulai dari modernisasi penerbitan paspor dan layanan visa on arrival berbasis daring, sampai keberatan atas aturan yang memberatkan pekerja migran Indonesia.
Dunia pendidikan ia masuki dengan cara yang sama seriusnya. Ia memimpin Akademi Pariwisata Gajah Mada sebagai Direktur dan mengembangkannya bersama biro perjalanan serta penerbitan ilmiah menjadi satu kelompok usaha pariwisata yang terpadu. Ia pernah memimpin Sekolah Politik Nasional ICMI, Qodari School of Politic, serta President Institute sebagai Direktur Eksekutif. Ia juga tercatat sebagai asesor kompetensi kepariwisataan BNSP RI dan auditor serta konsultan perusahaan pariwisata bersertifikat nasional.
Di ranah organisasi kemasyarakatan dan komunikasi publik, ia menjabat Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pusat, Wakil Sekretaris Jenderal KAHMI dan KBPII pada 2011 sampai 2014, serta Ketua Umum Masyarakat Peduli Petani Indonesia. Ia pernah menjadi Wakil Direktur Eksekutif dan pimpinan Media Center DPP Partai Demokrat sekaligus pendiri Public Relations School of Politic, dan menjadi juru bicara Jenderal Purnawirawan Moeldoko pada 2021 sampai 2023.
PENDIDIKAN
Muhammad Rahmad menempuh pendidikan tinggi dalam empat rumpun keilmuan yang saling melengkapi. Ia menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Islam Negeri Padang, lalu Magister Pemasaran di Universitas Krisnadwipayana Jakarta, dan Master of Information Technology Management di University of Wollongong, Australia. Ketertarikannya pada kepariwisataan kemudian ia dalami secara formal melalui program Sarjana Pariwisata dan berpuncak pada gelar Doktor Pariwisata, keduanya di Institut Pariwisata Trisakti Jakarta. Rahmad lulus S3 Doktor Pariwisata dengan Prediket Magna Cum Laude - IPK 4.0.
Ia melengkapi pendidikan formal itu dengan Program Pendidikan Singkat Angkatan XVII di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, forum yang mempertemukannya dengan para calon pemimpin nasional dari berbagai latar belakang.
KARYA DAN KONTRIBUSI KEILMUAN
Sebagai akademisi ia tergolong produktif. Sepanjang 2025 saja ia menghasilkan sembilan artikel jurnal internasional dan tujuh buku. Fokus risetnya bertumpu pada pariwisata halal, transformasi digital biro perjalanan wisata, dan daya saing pariwisata Indonesia di kawasan ASEAN.
Dari riset doktoralnya lahir ITACOM, kependekan dari Immersive Technology Adoption for Competitive Advantage Model. Kerangka orisinal ini menjelaskan bagaimana biro perjalanan wisata Indonesia mengadopsi teknologi imersif untuk membangun keunggulan bersaing, dan telah dipublikasikan pada jurnal internasional. Riset yang sama juga melahirkan SMART-U, sistem manajemen perjalanan umrah berbasis pemantauan waktu nyata. Dari rangkaian kajian pustaka sistematis yang ia kerjakan, tumbuh sejumlah kerangka turunan seperti ITACOM-H, IHTP, IACGF, UHD, GHTC, dan FCIA.
Kebiasaan menulis sebenarnya sudah ia bawa sejak muda. Ia mulai menulis pada masa sekolah menengah dan menghasilkan ratusan cerita pendek yang terbit di media nasional. Kebiasaan itu bertahan sampai sekarang dalam bentuk yang berbeda, yaitu opini kebijakan di media nasional terkemuka seperti Kompas dan Katadata, Detik, serta buku. Dua judul yang paling dikenal adalah Tourism 5.0 dan Power of Mind yang berstatus best seller.
Rahmad telah menerbitkan 21 buku ber-ISBN, memiliki 20 Hak Cipta, dan 79 Jurnal baik lokal maupun internasional.


Contact:
info@muhammadrahmad.com
+62-81282050404
Institut Pariwisata Trisakti
© 2020-2026 Muhammad Rahmad. All rights reserved.
